Selasa, 04 Januari 2011

Henry Rand Hatfield: Pionir Akuntansi yang Nyaris Terlupakan

Namanya memang tidak sepopuler William Andrew Patton & Ananias Charles Littleton dengan salah satu pemikiran mereka tentang konsep dasar pendapatan. Anda akan kesulitan untuk mencari biografi sang pionir di dunia maya, termasuk di wikipedia.org, kecuali hanya pada dua artikel dan satu buku yaitu (1) An Historical Defence of Henry Rand Hatfield oleh M J Mumford yang diterbitkan di Abacus tahun 1980; (2) Henry Rand Hatfield (1866-1945): the triumphs and travails of an academic accounting pioneer, oleh Robert H Parker yang diterbitkan di Accounting History tahun 2002, dan (3) Henry Rand Hatfield, Humanist, Scholar, and Accounting Educator oleh Stephen A Zeff (2000). Hatfield juga tidak masuk ke dalam jajaran penerima Accounting Hall of Fame yang merupakan penghargaan bergengsi bagi para accounting scholar yang memberikan kontribusi berarti bagi pengembangan ilmu akuntansi. Tidak ada teori atau konsep yang pernah disampaikan oleh Hatfield (Parker, 2002), namun demikian ia dianggap sebagai pionir dalam bidang akuntansi karena pemikiran-pemikirannya yang kritis dan berlawanan dengan pemikiran accounting scholar pada masanya.

Hatfield merupakan professor akuntansi pertama di Amerika yang mengabdikan dirinya secara penuh dalam dunia akademis sejak tahun 1904. Ia juga merupakan sosok senior dalam profesi akuntan pada masa itu yang terpilih untuk membentuk American Association of University Instructors in Accounting (AAUIA) yang kemudian oleh Hatfield sendiri diusulkan untuk diubah namanya menjadi American Accounting Association (AAA) pada tahun 1916. Namun demikian yang sangat menarik adalah, Hatfield sendiri tidak memiliki latar belakang akademis akuntansi sama sekali. Hatfield menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang ekonomi politik dan ilmu politik. Pengalamannya di bidang keuangan dan akuntansi hanya didapat ketika bekerja selama lima tahun pada perbankan swasta. Saat Hatfield mengajar di University of Chicago di tahun 1902 ia pernah mengajar mata kuliah bisnis, selanjutnya di tahun 1904 ia pindah ke University of California dan mengembangkan kurikulum dan mata kuliah akuntansi.

Orang bijak berkata, pemimpin itu satu langkah maju ke depan, sementara pionir dua langkah maju ke depan. Meskipun Hatfield tidak memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang akuntansi, namun demikian pemikiran-pemikirannya di awal abad 20 tentang akuntansi sangat futuristik dan masih relevan hingga saat ini. Pada masa itu Hatfield telah membuka cakrawala berfikir accounting scholar tentang kelemahan-kelemahan akuntansi. Hatfield mengembangkan pola pembelajaran akuntansi humanis dengan mengacu pada literatur-literatur yang tersedia kemudian mempertautkannya dengan keputusan-keputusan legal yang berlaku di masyarakat masa itu. Hatfield layak disebut sebagai pionir dalam bidang akuntansi atas buah pemikirannya (Parker, 2002). Beberapa pemikiran-pemikiran Hatfield antara lain:

–> Hatfield pernah mempertanyakan manfaat informasi akuntansi yang sesungguhnya bagi kehidupan, akuntansi terkesan hanya sebagai proses pencatatan dan tidak memberikan suatu kemanfaatan yang nyata. Secara akademis, penelitian-penelitian di akuntansi memang mengamini isu tersebut. Isu yang diangkat oleh Hatfield di tahun 1920 dalam artikelnya yang berjudul “An Historical Defense of Bookeeping” ini ternyata masih relevan untuk didiskusikan. Manfaat angka-angka laba masih menjadi topik yang menarik dalam jurnal akuntansi sejak munculnya artikel seminal yang sangat terkenal yang ditulis oleh Ball & Brown (1968) yang berjudul “ An Empirical Evaluation of Income Numbers” hingga pada penelitian yang dilakukan oleh Ball & Shivakumar (2008) yang berjudul “How Much New Information is There in Earnings”. Dua penelitian penting tersebut menyebutkan bahwa informasi yang terkandung dalam pengumuman earnings hanya berkisar antara 10-15%.

–> Masih pada artikelnya yang sama “An Historical Defense of Bookeeping”, di awal artikelnya Hatfield dengan bahasa-bahasa puitisnya secara impisit mempertanyakan apakah akuntansi layak disebut sebagai disiplin akademis. 84 tahun kemudian, muncul dua artikel dengan topik yang mengangkat hal tersebut. Dua artikel itu berjudul ‘Is Accounting an Academic Discipline” masing-masing ditulis oleh John C. Fellingham dan Joel S. Demski. Kedua artikel tersebut sama-sama diterbitkan di jurnal Accounting Horizons pada bulan Juni 2008.

–> Pada tahun 1940, Hatfield pernah menulis artikel yang berjudul “An Accountant’s Adventur in Wonderland” artikel ini memberikan beberapa ilustrasi tentang keanehan-keanehan dalam akuntansi, diantaranya Hatfield mengemukakan tentang penggunaan nilai sisa dalam perhitungan depresiasi. Hatfield menyarankan seharusnya nilai sisa dihitung berdasarkan present value dari nilai sisa tersebut untuk kemudian dikurangkan dari harga perolehan asset.

–> Hatfield merupakan accounting scholar pertama yang menulis artikel tentang akuntansi internasional. Tulisan pertamanya tersebut “Some Variations in Accounting Practice in England” yang disampaikan pada pertemuan tahunan American Association of Public Accountants di tahun 1911. Artikel tersebut baru dipublikasikan pada tahun 1966.

Meskipun Hatfield tidak menyampaikan konsep dan teori seperti rekan penerusnya Patton & Littleton, namun Hatfield memiliki pemikiran kritis dan sadar akan permasalahan-permasalahan yang mungkin akan dihadapi oleh akuntansi di masa mendatang (Parker, 2002). Hatfield terhindar dari pemikiran bounded rationality yang hanya mendasarkan pada pemikiran-pemikiran umum accounting scholar di zamannya., Hatfield berusaha berfikir rasional dan kritis bagi ilmu akuntansi dengan menjadi pemulung pengetahuan (knowledge scavenger) atas literature-literatur yang ada pada zamannya.

Tags: akuntansi, henry rand hatfield

di salin untuk tugas dari :
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2010/06/14/henry-rand-hatfield-pionir-akuntansi-yang-nyaris-terlupakan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome to viiNthaces blog

WELCOME TO MY BLOG. Have a GLAD